Karakteristik Signal Ucapan Pada Penderita Disfungsi Fonologis

lengua6_590I. PENDAHULUAN
    Latar Belakang
Gangguan fonologis atau disfungsi fonologis merujuk pada model gangguan bicara yang dapat diukur berdasarkan perkembangan usia anak dan kecerdasannya. Ganguan tersebut secara praktis dapat disebut sebagai bentuk ketidaktepatan atau keterlambatan aspek bicara pada anak.
Pada kasus disfungsi fonologis yang parah seperti b, m, t, d, n, dan h sering keliru diucapkan. Satu atau banyak suara bicara mungkin terkena , tetapi suara vokal tidak padahal fungsi intonasi yang utama adalah mengorganisasikan wacana lisan menjadi uni-tunit dipahami, tanda baca, kapitalisasi dan paragraf yang tertulis.

    Tujuan penelitian
Penelitian ini adalah mengidentifikasi prosodi melalui karakteristik signal ucapan pada penderita disfungsi fonologis.

II.METODE PENELITIAN
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari perekaman suara sejumlah orang yang menderita disfingsi Fonologis. Data sekunder berasal dari hasil analisi menggunakan perangkat lunak speech filing system dalam bentuk karakteristik signal ucapan yang menunjukkan prosodi untuk setiap kata yang diucapkan.

III. HASIL PENELITIAN

                                      Dengan menggunakan perangkat lunak Speech filing System untuk setiap kata yang diucapkan diperoleh pola prosodi seperti pada gambar 3.1a sampai dengan 3.1e.

ayam

 

 

 

 

Gambar 3.1a..Prosodi kata /AYAM/

balon

 

 

 

 

Gambar 3.1b..Prosodi kata /BALON

bola

 

 

 

 

Gambar 3.1c..Prosodi kata /BOLA/

buku

 

 

 

 

Gambar 3.1d..Prosodi kata /BUKU/

lampu

 

 

 

 

Gambar 3.1e..Prosodi kata /LAMPU/

                          Berdasarkan data signal prosodi di atas diperoleh hasil sebagai berikut. Untuk pengucapan suku kata yang konsonan /b/ dan / l/ tidak terdapat perubahan frekuensi dasar pada durasi tertentu 0,1 s sampai 0,4 s dan terdapat terputusnya signal untuk waktu antara 0,718 sampai dengan 0,789 s saat peralihan konsonan /m/ ke /p/ pada kata /lampu/.

                      Demikian juga pada kata /buku/ terdapat terputusnya signal pada waktu antara 0,340 s sampai dengan 0,528 s. Hal ini mengindikasikan terdapatnya kesulitan pada alat ucap dalam membangkitkan konsonan /b/ dan /l/.Sedangkan untuk vocal relative menghasikan variasi frekuensi dasar yang sesuai.

Kesimpulan

                      Dari uji coba dan analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat ke tidak jelasan pengucapan untuk konsonan konsonan, dan perlihan pengucapan konsonan ke konsonan atau vocal ke konsonan.

Sumber Utama :

  • —Bernthal J.E.,Bankson N W:Articulation and Phonological Disorders, ed,2, Prentice Hall, Englewood Cliffts;N.J 1998
  • —Coplan,J,Gleason J.R:Unclear Speech:Recognition and significance of unintelligible speech in preschool children.Pediatric 82:447,1998
  • —Rabiner, L. R., and Juang, B.-H. (1993). Fundamentals of Speech Recognition, Prentice-Hall, New Jersey.
  • —Subali, 2010.Prosody Model Analysis of Bahasa Indonesia Speech synthesizes Using SFS.Proceeding KOMMIT.Bali,p41-44.

Disadur Dari :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s